Senin, 19 Maret 2012

KISAH SEORANG IBU DAN ANAK !!

Ibuku hanya memiliki satu mata. Aku membencinya, ia adalah sebuah hal yang memalukan. Ibuku menjalankan sebuah toko kecil pada sebuah pasar.
Dia mengumpulkan barang-barang bekas dan sejenisnya untuk dijual, apapun untuk mendapatkan uang yang kami butuhkan. Ia adalah sebuah hal yang memalukan.
Pada suatu hari di sekolah. Aku ingat saat itu hari ketika ibuku datang. Aku sangat malu. Mengapa ia melakukan hal ini kepadaku? Aku melemparkan muka dengan rasa benci dan berlari. Keesokan harinya di sekolah.. “Ibumu hanya memiliki satu mata?” dan mereka semua mengejekku.
Aku berharap ibuku hilang dari dunia ini maka aku berkata kepada ibu aku,”Ibu, kenapa kamu tidak memiliki mata lainnya? Ibu hanya akan menjadi bahan tertawaan. Kenapa Ibu tidak mati saja?” Ibu tidak menjawab. Aku merasa sedikit buruk, tetapi pada waktu yang sama, rasanya sangat baik bahwa aku telah mengatakan apa yang telah ingin aku katakan selama ini.
Mungkin itu karena ibu tidak menghukum aku, tetapi aku tidak berpikir bahwa aku telah sangat melukai perasaannya.
Malam itu, Aku terbangun dan pergi ke dapur untuk mengambil segelas air. Ibuku menangis disana, dengan pelan, seakan ia takut bahwa ia akan membangunkanku. Aku melihatnya, dan pergi. Karena perkataanku sebelumnya kepadanya, ada sesuatu yang mencubit hati aku.

Meskipun begitu, Aku membenci ibuku yang menangis dari satu matanya. Jadi, Aku mengatakan diri ku jikalau aku akan tumbuh dewasa dan menjadi sukses, karena aku membenci ibu bermata-satu aku dan kemiskinan kami.
Lalu aku belajar dengan keras. aku meninggalkan ibu dan ke Seoul untuk belajar, dan diterima di Universitas Seoul dengan segala kepercayaan diri. Lalu, aku menikah. aku membeli rumah milikku sendiri. Lalu aku memiliki anak-anak juga. Sekarang, aku hidup bahagia sebagai seorang pria yang sukses. aku menyukainya disini karena ini adalah tempat yang tidak meningatkan aku akan ibu.
Kebahagiaan ini menjadi besar dan semakin besar, ketika seseorang tidak terduga menjumpai aku “Apa?! Siapa ini?”… Ini adalah ibu aku.. tetap dengan satu matanya. Ini rasanya seperti seluruh langit sedang jatuh ke diri aku. Anak perempuan aku lari kabur, takut akan mata ibu aku.
Dan aku bertanya kepadanya, “Siapa Anda? aku tidak mengenalmu!!” sandiwara aku. aku berteriak kepadanya “Mengapa engkau berani datang ke rumah aku dan menakuti anak aku! Pergi dari sini sekarang juga!”
Dan ibu dengan pelan menjawab, “Oh, maafkan aku. aku pasti salah alamat,” dan dia menghilang. Terima kasih Tuhan.. Ia tidak mengenali aku. aku merasa cukup lega. aku mengatakan kepada diri aku bahwa aku tidak akan peduli, atau berpikir tentang ini sepanjang sisa hidup aku.
Lalu ada perasaan lega datang kepada aku.. Suatu hari, sebuah surat mengenai reuni sekolah datang ke rumah aku. aku berbohong kepada istri aku mengatakan bahwa aku akan pergi perjalanan bisnis. Setelah reuni ini, aku pergi ke rumah lama aku.. karena rasa penasaran saja, aku menemukan ibu aku terjatuh di tanah yang dingin. Tetapi aku tidak meneteskan satu air mata sekalipun. Ia memiliki sepotong kertas di tangannya.. dan itu adalah surat untuk diri aku.

=================================================
Anakku,
Aku pikir hidupku sudah cukup lama saat ini. Dan.. aku tidak akan mengunjungi Seoul lagi.. tetapi apakah itu terlau banyak jikalau aku ingin kamu untuk datang menunjungiku sekali-kali nak? aku sangat merindukanmu. Dan aku sangat lega ketika mendengar kamu akan datang dalam reuni ini.
Tetapi aku memutuskan untuk tidak datang ke sekolah.. Untuk Kamu.. aku meminta maaf jikalau aku hanya memiliki satu mata dan aku hanya membawa kemaluan bagi dirimu.
Kamu tahu, ketika kamu masih sangat kecil, kamu terkena sebuah kecelakaan, dan kehilangan satu matamu. Sebagai seorang ibu, aku tidak tahan melihatmu harus tumbuh dengan hanya satu mata.. maka aku memberikanmu mata aku.. aku sangat bangga kepada anak aku yang melihat dunia yang baru untuk aku, menggantikan aku, dengan mata itu.
Aku tidak pernah marah kepadamu atas apapun yang kamu lakukan. Beberapa kali ketika kamu marah kepada aku. aku berpikir sendiri,”Ini karena kamu mencintai aku.” Aku rindu waktu ketika kamu masih sangat kecil dan berada di sekitarku.
Aku sangat merindukanmu. Aku mencintaimu. Kamu adalah duniaku.



NAH BUAT TEMAN TEMANKU  YANG MASIH MEMPUNYAI IBU . DIHARAPKAN UNTUK TIDAK MENIRU ADEGAN INI YAH GAN !!
:))))))

Kamis, 15 Maret 2012

KISAH SEORANG IBU

Alkisah, beberapa tahun yang silam, seorang pemuda terpelajar dari Surabaya sedang berpergian naik pesawat ke Jakarta. Disampingnya duduk seorang ibu yang sudah berumur. Si pemuda menyapa, dan tak lama mereka terlarut dalam obrolan ringan.” Ibu, ada acara apa pergi ke Jakarta ?” tanya si pemuda. “Oh… saya mau ke Jakarta terus “connecting flight” ke Singapore nengokin anak saya yang ke dua”,jawab ibu itu.” Wouw… hebat sekali putra ibu” pemuda itu menyahut dan terdiam sejenak.
Pemuda itu merenung. Dengan keberanian yang didasari rasa ingin tahu pemuda itu melanjutkan pertanyaannya.” Kalau saya tidak salah ,anak yang di Singapore tadi , putra yang kedua ya bu??Bagaimana dengan kakak adik-adik nya??”” Oh ya tentu ” si Ibu bercerita :”Anak saya yang ketiga seorang dokter di Malang, yang keempat kerja di perkebunan di Lampung, yang kelima menjadi arsitek di Jakarta, yang keenam menjadi kepala cabang bank di Purwokerto, yang ke tujuh menjadi Dosen di Semarang.””
Pemuda tadi diam, hebat ibu ini, bisa mendidik anak-anaknya dengan sangat baik, dari anak kedua sampai ke tujuh. ” Terus bagaimana dengan anak pertama ibu ??”Sambil menghela napas panjang, ibu itu menjawab, ” anak saya yang pertama menjadi petani di Godean Jogja nak”. Dia menggarap sawahnya sendiri yang tidak terlalu lebar.”
Pemuda itu segera menyahut, “Maaf ya Bu….. kalau ibu agak kecewa ya dengan anak pertama ibu, adik-adiknya berpendidikan tinggi dan sukses di pekerjaannya, sedang dia menjadi petani ??? “
Apakah kamu mau tahu jawabannya??????…
Please scroll….
.
.
.
.
…Please scroll
.
.
.
….Dengan tersenyum ibu itu menjawab,
” Ooo …tidak tidak begitu nak….Justru saya sangat bangga dengan anak pertama saya, karena dialah yang membiayai sekolah semua adik-adiknya dari hasil dia bertani”
Note :
Pelajaran Hari Ini : Semua orang di dunia ini penting. Buka matamu, pikiranmu, hatimu. Intinya adalah kita tidak bisa membuat ringkasan sebelum kita membaca buku itu sampai selesai. Orang bijak berbicara “Hal yang paling penting adalah bukanlah SIAPAKAH KAMU tetapi APA YANG SUDAH KAMU

Selasa, 13 Maret 2012

PEMANDANGAN







LIHATLAH BETAPA INDAH PANORAMA INI SOB. BARU MELIHATNYA SAJA SAYA SUDAH SEPERTI BERADA DI TEMPAT ITU :)
PA LAGI MENGUNJUNGINYA :)

..."Ayah, bolehkah saya meminjam $10.00?"


Dah Dilihat Kali
Seorang laki-laki yang terlambat pulang dari kerja, merasa lelah dan tidak bersemangat, menemukan anak laki2nya yang berusia 5 th yang sedang menunggu didepan pintu.
"Ayah, bolehkah saya bertanya padamu satu hal?"
"Ya, tentu, apa itu?" jawab pria itu.
"Ayah, berapa uang yang engkau hasilkan dalam satu jam?"
"Itu bukan urusanmu! Apa yang membuatmu bertanya suatu hal yang aneh?" kata pria itu sambil marah.
"Saya hanya ingin tahu. Tolonglah beritahu saya?" pinta anak itu.
"Jika kamu harus tahu, saya menghasilkan $20.00 perjam."
"Oh," jawab anak itu dengan kepala menunduk. dia melihat keatas dan berkata, "ayah, bolehkah saya pinjam $10.00?"

Ayahnya terkejut. "jika itu alasannya kamu bertanya berapa uang yang ayah hasilkan adalah agar kamu bisa meminjam untuk membeli sebuah mainan tolol atau benda2 tak berguna, maka pergilah ke kamarmu dan tidurlah! pikirkan kenapa kamu bertingkah bodoh! Ayah bekerja keras seharian dan tidak memiliki waktu hanya untuk mainan2 anak2 itu."

Anak itu perlahan pergi ke kamarnya dan menutup pintu. Pria itu duduk dan mulai merasa lebih kesal dengan pertanyaan anaknya tadi. Beraninya dia bertanya pertanyaan bodoh hanya untuk mendapat uang. Setelah kira2 satu jam pria itu mulai tenang, dan mulai berpikir mungkin dia selama ini keras terhadap anaknya. Mungkin ada yang benar2 dibutuhkan anak itu dengan $10.00 dan dia jarang mengatakannya. Pria itu menuju ke pintu kamar anaknya dan membuka pintu."Apa kamu sudah tidur nak?"dia bertanya.

"Belum ayah, saya masih bangun," Jawab anak itu.
"Ayah tadi berpikir mungkin tadi ayah terlalu keras kepadamu," kata pria itu.
"Tadi adalah hari yang panjang dan ayah telah melampiaskannya padamu. ini $10.00 yang kamu minta."

Anak itu berdiri, merasa senang dan berteriak,"Oh trimaksih ayah!" Kemudian ia merogoh kebawah bantalnya, ia mengeluarkan beberapa uang receh. Pria itu melihat anaknya memiliki uang, mulai terlihat marah lagi. Anak itu perlahan menghitung uangnya, kemudian menatap pria itu.
"Kenapa kamu minta lagi kalau kamu sudah punya?" geram si ayah.
"Karena saya belum memiliki cukup uang ayah, tapi sekarang saya sudah punya cukup," jawab anak itu.
"Ayah... Saya memilki $20.00 sekarang. bisakah saya membeli waktumu satu jam?"


Luangkanlah waktu kita untuk memberikan perhatian kepada seseorang yang kita sayangi...

[Kisah] Seseorang yang ditolak kerja di Microsoft


Dah Dilihat Kali
Seorang laki-laki pengangguran melamar posisi sebagai 'office boy' di Microsoft.
Manajer SDM mewawancarainya, kemudian melihatnya untuk membersihkan lantai sebagai ujian.

"Anda bekerja?"katanya,
"Berikan alamat e-mail Anda dan saya akan mengirimkan aplikasi untuk diisi, juga tanggal ketika Anda dapat mulai bekerja."
Pria itu menjawab, "Tapi saya tidak punya komputer, bahkan email".
"Maafkan aku", kata manajer HR. "Jika Anda tidak memiliki email, itu berarti Anda tidak ada. Dan siapa yang tidak ada, tidak dapat memiliki pekerjaan".

Orang itu tanpa harapan sama sekali. Dia tidak tahu apa yang harus dilakukan, dengan hanya memiliki uang $ 10 di saku.
Ia kemudian memutuskan untuk pergi ke supermarket dan membeli 10kg peti tomat.
Dia kemudian menjual secara keliling tomat itu dari rumah ke rumah.
Dalam waktu kurang dari dua jam, dia berhasil melipatgandakan modalnya.
Dia mengulangi penjualannya secara keliling tiga kali, dan pulang dengan uang $ 60.
Lelaki itu menyadari bahwa ia bisa bertahan hidup dengan berjualan tomat, dan dia mulai untuk pergi berjualan tomat sehari-hari dan sering pulang larut malam mendagangkan jualannya hari demi hari uang keuntungan yg didapat dua kali lipat atau tiga kali lipat dalam penjualannya sehari-hari.
Tak lama, ia membeli mobil, lalu truk, dan kemudian ia mempunyai armada kendaraan pengiriman sendiri.

5 tahun kemudian, orang itu menjadi salah satu pengusaha food retailer terbesar di Amerika Serikat.
Ia mulai merencanakan masa depan keluarganya, dan memutuskan untuk memiliki asuransi jiwa.
Dia memanggil broker asuransi, dan memilih rencana perlindungan.
Ketika percakapan broker bertanya tentang email yang akan dipakai untuk keperluan asuransi.
Pria itu menjawab, "Aku tidak punya email".
broker itu menjawab ingin tahu mengapa ia tidak punya email,

"Anda tidak memiliki email, namun telah berhasil membangun sebuah imperium perusahaan bisnis. Dapatkah Anda membayangkan apa yang bisa terjadi jika Anda memiliki email!!?"

Pria itu berpikir sejenak dan menjawab, "Ya, aku akan menjadi seorang office boy di Microsoft!!".


"Ketika satu pintu tertutup, pintu lain terbuka. Namun terkadang kita melihat dan menyesali pintu tertutup terlalu lama sehingga tidak melihat pintu lain yang telah terbuka" (Helen Keller)


Source : Kaskus.us

INTROPEKSI DIRI

Introspeksi Diri. Guna memberi arti dalam kehidupan ini khususnya bagi seorang pribadi muslim, berperilaku terpuji adalah jalannya. Islam menyebutnya Fastabiqul Khairat, melanggengkan hubungan dengan Allah, selalu merawat cinta kasih antar sesama manusia plus menjaga dan melestarikan alam semesta beserta isinya, merupakan bentuk perealisasiannya.

Setiap kebaikan yang dilakukan umat Islam dalam berbagai sisi kehidupan ini akan menjelma menjadi amal shaleh yang akan dibalasi pahala oleh Allah Swt. Terciptanya kehidupan yang harmonis,aman dan tentram merupakan keinginan kolektif manusia, yang juga merupakan rahmat dan karunia yang tak ternilai dari Allah Swt. Sebaliknya ditimpakannya musibah dan bencana merupakan sebuah peringatan dari Allah agar manusia itu menyadari kesalahan dan dosa yang telah diperbuatnya selama ini agar kembali kejalan yang benar.
Setiap bencana yang datang, hal pertama yang menjadi bahan perdebatan dari dulu sampai sekarang adalah masalah penyebabnya secara material saja. Artinya pihak – pihak yang seharusnya bertanggungjawab terhadap satu musibah selalu mencari jalan bahwa musibah ini bukan disebabkan oleh faktor kelalaian dari manusia saja, faktor alam dan cuaca sering kali kena tuduh dari setiap musibah yang terjadi.
Hal ini memang sangat penting untuk dibahas guna menemukan solusinya,  dikarenakan setiap kali bencana datang sangat erat kaitannya dengan tanggungjawab dan tugas serta pola kerja dari manusia itu didalam mengemban amanah. Jadi untuk mengatasi dan menangulangi setiap musibah itu tidak cukup dengan saling tuding dan menyalahkan faktor – faktor sebagaimana disebutkan diatas saja.
Ada hal yang jauh lebih penting lagi yang harus selalu diingat oleh manusia yaitu meintrospeksi diri masing-masing kita, kesalahan dan dosa apakah yang telah diperbuat terhadap Allah dan manusia sehingga diturunkan-Nya berbagai bentuk musibah dan bencana yang datang silih berganti ini.
Dimulai dari musibah Tsunami di Aceh, akhir tahun 2004 lalu, gempa diberbagai daerah,angin puting beliung, kecelakaan didarat, dilaut dan diudara yang skalanya semakin meningkat dari tahun ketahun, banjir diberbagai daerah dan kota besar sampai ambruknya tanggul Situ Gintung jumat pagi 27 Maret 2009 lalu yang memakan korban lebih dari 100 ribu orang dan puluhan lainnya masih dalam pencarian, serta tanah longsor
Kita saksikan, darah berceceran dimana – mana seiring jerit tangis yang hamper tak terdengar, raungan mobil jenazah susul – menyusul mengangkat korban yang masih bisa diselamatkan maupun yang sudah meninggal, isak tangis keluarga korban yang memilukan hati setiap orang yang mendengarnya dsb. Selanjutnya puluhan bahkan ratusan manusia harus rela tidur berdesak – desakan dipengungsian, makan seadanya, tidur hanya berselimutkan kain bekas karena pemukiman mereka yang dulunya indah dan menawan digantikan oleh puing -puing reruntuhan yang telah rata dengan tanah, mereka menunggu datangnya jawaban dari kita saudaranya.
Mengapa negeri ini tak henti – hentinya didera musibah dan bencana ? apakah tuhan sudah begitu marahnya pada kita ?,atau manusia itu sendiri yang telah lari dari apa yang seharusnya dijalankan dengan benar dan sebaik-baiknya sehingga Allah Swt marah dalam bentuk murkanya alam ?,sementara manusia lainya semakin larut dalam gemerlapnya dunia ini. Dalam kondisi ini apa yang bisa diperbuat manusia?. Allah murka, alam ikut – ikutan marah sementara manusia hanya bisa pasrah dalam penyesalan yang tiada arti, inilah akibat dari perbuatan mereka sendiri.
Berfirman Allah.” Telah nampak kerusakan didarat dan dilaut disebabkan oleh perbuatan manusia itu sendiri, supaya Allah merasakan sebagian (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali kejalan yang benar.” (Qs Ar Ruum : 41)
Khusus tragedi jebolnya waduk Situ Gintung akhir maret lalu yang telah menyentakan kita semua tidak terlepas dari amanah yang telah disia – siakan oleh para pemimpin khususnya didaerah sekitar waduk tersebut. Diberitakan berbagai media, warga sekitar waduk sebenarnya sudah melihat dan merasakan tanda -tanda akan runtuhnya pondasi waduk yang mengarah kepemukiman warga, dan sudah dilaporkan berulang kali pada pihak pengelolanya beberapa bulan sebelumnya. Namun, dari pihak pengelola yang telah diserahi amanah dan tanggungjawab tidak melakukan tindakan apa-apa. Dan pada akhirnya Jumat subuh tanggal 27 maret 2009 waduk tersebut memuntahkan jutaan kubik air,lumpur dan bebatuan.
Kalau ditelaah peristiwa ini diluar konteks takdir, terindikasi bahwa pengelolanya telah menyalahi tugas dan wewenangnya dalam mengemban amanah. Lebih jauh, setiap bencana dan musibah apapun bentuknya mensia-siakan amanah ini acap kali menjadi penyebab utamanya, ditambah lagi dengan faktor alam dan human error (kesalahan/ketololan manusia).
Kembali menumbuhkan sikap tanggungjawab dalam mengemban amanah harus secepatnya dilakukan, kalau negeri ini ingin selamat dari segala kesulitan hidup, musibah dan bencana.
Apa itu amanah dan kenapa manusia suka mensia-siakannya serta seberapa pentingkah amanah khususnya dalam ajaran Islam ?.
Kata amanah masih seakar dengan kata iman yang berarti dapat dipercaya. Maka, semakin tinggi tingkat iman seseorang maka harus semakin tinggi pula tingkat amanah dalam menjalankan  apapun bentuk tugasnya. Dalam ajaran Islam amanah merupakan ikrar untuk komitmen dalam memelihara kepercayaan orang lain dengan penuh rasa tulus ikhlas dan tanggungjawab yang besar.
Amanah kalau sudah diserahkan secara penuh pada seseorang bagaimanapun harus dijalankan dengan sikap tanggungjawab dan penuh dengan ketelitian dan kehati – hatian. Apalagi bagi seorang pemimpin yang telah diamanahi Allah untuk memimpin dan membimbing rakyat, bangsa dan negara ini menuju pada kehidupan yang diberkahi-Nya.
Pertanggungjawaban seorang pemimpin itu bukan saja terhadap rakyatnya saja, namun dihadapan Allah kelak semua itu akan dipertanya kembali. Tidak ada manusia yang bisa menyembunyikan segala sesuatu, kecuali Allah Swt tampakkan semuanya termasuk amanahnya selama hidup diatas dunia ini.
Kepemimpinan manusia dibumi ini hendaknya dilaksanakan dengan sungguh – sungguh dan penuh rasa tanggungjawab, manusia dituntut mengemban amanah sebagai wakil Allah dipermukaan bumi ini. Melestarikan alam dan mensejahterakan rakyat, hidup saling tolong – menolong dalam merajut rasa persaudaraan antar sesama umat manusia dsb, merupakan tugas utama dari manusia itu.
Seperti yang telah dipahami bahwa memelihara dan menjalankan amanah menurut aturannya erat sekali korelasinya dengan iman. Sedangkan iman adalah pengakuan, janji atau ikrar yang berbuah keyakinan. Mengingkari dan lari dari amanah dan tanggungjawab yang telah dterima bukanlah perilaku seorang muslim sejati. Berfirman Allah.” Dan tepatilah janji dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu melanggar sumpah itu setelah diikrarkan, sedangkan kamu telah menjadikan Allah sebagai saksi (terhadap sumpah itu). Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu perbuat.” (Qs An Nahl : 91). yang terjadi di Ranahminang (tanah datar) 30 Maret 2009 lalu yang memporak – porandakan sawah, ladang dan perkampungan penduduk.dan berita teranyar jatuhnya sebuah pesawat Foker angkatan udara yang merenggut nyawa beberapa orang perwira dan prajurit dari angkatan udara kita. Ini merupakan rentetan musibah dan bencana yang telah menelan korban nyawa dan materi yang tidak sedikit.

Sangat kita sesali dalam kehidupan manusia telah banyak terjadi pertentangan yang menjurus pada sikap permusuhan. Mereka tidak menyadari perilaku seperti ini telah merobek – robek dan menginjak – injak harga diri dan derajat manusia itu sendiri. Pembunuhan, perampokan, pemerkosaan, saling menghancurkan, hina-menghina, suka bikin onar dan tindakan sewenang – wenang dan penindasan terhadap kaum lemah serta melontarkan berbagai janji – janji yang tak akan mungkin tertepati dan perbuatan mungkar lainnya, telah menjadi preseden buruk dan dosa sosial yang menyelubungi kehidupan dimasyarakat kita saat ini.
Inilah tandanya bahwa iman dan rantai amanah itu telah putus satu demi satu dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Agama hanya dijadikan simbol guna meraih suatu keinginan, perilaku dan tindak – tanduk sangat berseberangan dengan ajaran agama tersebut. Dalam keadaan seperti ini masih pantaskah manusia itu disebut sebagai makhluk paling malia yang beragama dan bertuhan ?
Amanah harus selalu dijaga dan dipelihara, ikhlas dalam menjalankannya.” Sesungguhnya Allah memerintahkan kepada kalian untuk menunaikan amanah kepada pemiliknya dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum diantara manusia supaya kamu menetapkannya dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pelajaran yang sebaik – baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah maha mendengar lagi maha melihat.” (Qs An Nisa : 58).
Tak bisa disangkal lagi akibat perilaku manusia yang suka mengkhianati amanah dan suka membuat kerusakan demi kepuasan nafsu segelintir orang, telah rela mengorbankan kehidupan orang lain. Kehidupan anak cucu kita kedepannya kini semakin terancam, kerusakan alam dan ekosistim lainya terus mengancam kita. Langkah yang harus segera kita lakukan adalah meintrospeksi diri dengan melaksanakan segala suruhan yang berkorelasi dengan peningkatan amal ibadah. Membuang jauh-jauh sifat – sifat tercela yang dilandasi hawa nafsu dan terlalu cinta pada kehidupan dunia dsb.

Allah Swtpun tidak menginginkan musibah dan bencana apapun menimpa ciptaanya khususnya umat manusia dipermukaan bumi ini. Namun keingkaran dan nafsu yang dibelenggu keserakahan telah membawa peradapan manusia pada titik nadir penderitaan. Pil pahit penderitaan itu harus kita telan mentah -mentah, sadarilah, kesalahan, kelalaian sampai pada perbuatan dosa dan maksiat semakin mempurukkan dari segala sisi kehidupan ini.
Marilah kita sama – sama kembali introspeksi diri, dosa apakah yang telah kita perbuat sehingga Allah murka, kesalahan apakah yang telah dihidangkan pada sesama manusia sehingga alam ikut – ikutan marah dalam rupa bencana dan musibah ysng datang silih berganti.” Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu maka itu dari kesalahan (dosa)mu sendiri….( Qs An Nisa : 79). Allah Hu A’llam…
Penulis : Penggiat Dakwah dan Pemerhati Masalah Sosial

ISLAM DAN KEHIDUPAN MANUSIA

Islam Jembatan Kebaikan Abadi. Seseorang dapat dikatakan baik bila menjadikan Islam jembatan kebaikan abadi, tingkah laku dan perbuatannya dapat dimanfaatkan dan ditauladani orang lain, bukan sebaliknya merugikan dan menyengsarakan orang lain, ibarat jelatang buahnya bermiyang, mengata menyusahkan untuk siapa yang menyentuhnya artinya fitnah dimasyarakat.Rasulullah SAW Bersabda: “ Orang Islam ialah orang yang selamat dengan perbuatan dan perkataannya “.(H.R. Bukhari).
Hadis diatas seseorang Muslim harus melakukan perbuatan baik atau karya baik yang bermanfaat bagi orang lain. Kata-kata yang keluar dari mulutnya menimbulkan kesejukan dan ketentraman bagi yang mendengarnya. Dan sangat membenci kata-kata yang berbentuk fitnah, apalagi mengadu domba orang lain, sehingga menimbulakn bencana. Sebagai Muslim dia tetap menjaga hubungan baik antar dia dengan Sang Maha Pencpta dan antara dia dan sesama umat, apapun yang dia kerjakan dan apapun ungkapannya menimbulkan ketentraman bagi orang banyak. Inilah tipe manusia Muslim yang diharapkan masyarakat. Selaku Muslim yang baik dia selalu meningkatkan keimanannya serta ketakwaan kepada Allah SWT.
Dengan mantapnya keimanan dan ketakwaan kepad Allah SWT. Dia akan lebih sabar akan fungsinya sebagai makhluk sosial yang tidak hanya memikirkan die\ri sendiri, melainkan juga untuk masyarakatnya. Sebagai Muslim dia juga harus mampu menjaga dan memupuk persatuan sesama dan menjaga silaturahmi dengan siapapun juga karena hal itu esuai dengan tuntutan agama yang diperintahkan agar dia meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Firman Allah SWT, dalam surat An-Nisa’ ayat 1 menyatakan :
” Hai sekalian manusia bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakanmu dari seorang diri dan daripadanya Allah ciptakan pasangannya (istri) dan dari keduanya Allah memperkembangkan laki-laki dan perempuan yang banyak . dan bertakwalah kepada Allah dengan menyebut nama-Nya, kamu saling meminta satu sama lain. Dan peliharalah hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu”.
Dari ayat diatas jelas Allah SWT. Memerintahkan umat menjaga silaturahmi dan menjaga persatuan sesama manusia dan tetap meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Dalam kondisi dunia saat ini, umat sudah mulai terpecah belah dan tidak lagi menjaga hubungan silturahmi dengan baik, bahkan sudah saling menghujat dan juga sudah ada saling membunuh.
Persatuan umat yang selama ini dibanggakan kini mulai menampakkan porak-poranda. Hal itu disebabkan tingkat keimanan dan ketakwaan mulai menurun. Bahkan pada beberapa kelompok masyarakat sudah terjadi adanya kerusakan moral dan etika yang sangat menggangu silaturahmi yang dipelihara selama ini.
Dalam surat Al-Araf ayat 96 Allah SWT, mengingatkan. ” jika sekiranya penduduk negeri itu beriman dan bertakwa pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka keberkatan dari langit dan bumi”.
Firman-Nya itu memberikan peringatan agar sebagai umat Islam yang beriman dan bertakwa dimana pun berada tetap melaksanakan perintah dan menghentikan larangan-Nya jika tidak ingin di murkai-Nya.
Perpecahan dan perumusan antar umat bahkan krisis ekonomi dan mungkin sebentar lagi krisis pangan merupakan ”lampu kuning” dari Allah SWT.Untuk itu sebagai umat muslim segera kembali kejalan yang benar yaitu yang diridhai-Nya seehingga sebagai orang Islam harus menjadi orang yang mampu menjadikan Islam jembatan kebaikan abadi baik didunia maupun di akhirat kelak ” Dan diantara mereka ada orang yang mendo’a :
” Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka”. (Q.S. Al-Baqarah :201).
Kebaikan didunia. Seseorang bila dalam bertindak dan berbuat selalu menyadari dia adalah pelaksana dari dorongan Iman dan Amal di anuggrahkan Allah SWT. Terhadapnya bukan bertindak atas kehendak nafsu yang selalu condong untuk mengiring ke jurang kejahilan atau ke sesatan dan celakaan hingga mengingkari kebenaran, maunya menang sendiri, gembira di atas penderitaan orang lain, artinya jangankan membantu orang miskin, malah dia bergembira ria, itulah gambaran kehendak hawa nafsu.
Kebaikan di akhirat. Jelas ditentukan oleh iman dan amal selama hidup di dunia dalam arti iman dan amal semasa di dunia melaksanakan ecara ikhlas bukan karena kehendak yang lain (riya), sombong dan lain sebagainya. Iman dan amal ikhlas inilah jadi jembatan ke Surga Allah SWT. Abadi di dalamnya. Semoga. (berbagai sumber)…(bk)